ASPEK PEMASARAN
1.
Spesifikasi
Produk
Bisnis makanan di Indonesia, utamanya Jakarta, makin menarik.
Gerai simpel dengan makanan yang bisa dinikmati sambil bergerak kini menjadi
tren. Salah satu yang mengembangkan gaya ini adalah Eatlah.
Eatlah didirikan pada Juni 2016 dengan konsep makanan
siap saji yang menyediakan makanan sehat sehari-hari yang sederhana namun
lezat. Menu andalan Eatlah adalah nasi hangat yang disajikan dengan telur mata
sapi dan ayam goreng renyah yang dibalut dengan bumbu telur asin, yang menurut
Charina makanan sederhana yang tidak bisa salah di lidah kita.
Kuliner ini udah hadir
lebih dulu di Singapura. Lama tinggal di Singapura, membuat ketiga founder yaitu Michael
Chrisyanto, Charina Prinandita, dan Riesky Vernandes berpikir buat bawa salted egg chicken ke
Indonesia. Salted egg
chicken sendiri udah menjadi kuliner street food yang populer di Singapura.
Begitu di Indonesia,
ide usaha salted egg
chicken ini kemudian mereka kemas dengan memberi nama Eatlah. Buat
mereka, nama Eatlah ini catchy,
casual dan fun.
Berikut daftar
Menu dan Harga yang tersedia di Eatlah :
2.
Segmentasi
Produk
Segmentasi
Eatlah yakni konsumen yang berada di dalam mall dan perkantoran sekitarnya,
namun karena antusias dan mengantri di gerai Eatlah maka konsumen bisa
mengorder Eatlah melalui pesan makan Ojek Online.
Eatlah
memperluas jaringan pemasarannya dengan membuka
banyak gerai di Jabodetabek dan Bandung. Bahkan, lingkup pemasarannya udah
merambah ke online lewat Go-Food dan Grab Food.
3.
Analisis Situasi Pasar
Menurut Cravens (2000), Analisa
situasi pasar persaingan adalah langkah pertama dalam merancang strategi baru
atau mengkaji strategi yang sudah ada. Analisa situasi ini dilakukan setelah
strategi diimplikasikan untuk menentukan perubahan strategi yang diperlukan.
Penilaian situasi biasanya pendefinisian dan penganalisaan pasar, dan analisa
pesaing.
Dari data hasil penjualan, hingga saat ini
sekitar 60 persen penjualan dilakukan secara online melalui
ojek online, sisanya para pembeli
mendatangi langsung gerai Eatlah, terutama saat makan siang dan juga makan
malam.
Sasaran dari Eatlah adalah para pekerja
generasi milenial yang bekerja di dekat gerai Eatlah. Bagi pembeli yang akan take away secara online, gerai di ruko akan memudahkan para driver ojek online untuk
mengambil pesanan para pelanggan.
Biasanya para driver ojek online lebih memilih membeli pesanan
pelanggan Eatlah melalui gerai di ruko daripada di mall mengingat biaya parkir
di mall yang cukup mahal dan
jarak yang cukup jauh.
4. Analisis
Desain
Analisis Desain produk adalah proses menciptakan
produk baru yang akan dijual oleh perusahaan untuk pelanggannya. Sebuah konsep
yang sangat luas, pada dasarnya generasi dan pengembangan ide-ide yang efektif
dan efisien melalui proses yang mengarah ke produk-produk baru. Dalam
pendekatan sistematis, desainer produk konsep dan mengevaluasi ide-ide, dan
mengubahnya menjadi penemuan yang nyata dari produk. Peran produk desainer
adalah untuk menggabungkan seni, ilmu pengetahuan, dan teknologi untuk
menciptakan produk-produk baru yang dapat digunakan orang lain.
Disamping namanya yang sudah catchy dan tidak asing di telinga,
produk dari Eatlah dikemas dengan kemasan yang mudah dikenali oleh para
pelanggan.
Jika melihat kemasan dari produk
dari Salted Egg Chicken dari
Eatlah, Anda dapat melihat kesan casual,
trendy, unik dan tampak modern alias
kekinian.
Kemasan tersebut ternyata sudah sangat sering
digunakan penjaja makanan ringan di Negeri Tirai Bambu. Biasanya kemasan
seperti itu digunakan untuk mengemas mie sehingga sangat umum ketika kemasan
itu disebut sebagai Chinese Food Box.
Kemasan Chinese
Food Box tersebut memberi inspirasi bagi pendiri Eatlah dan
menjadikannya sebagai kemasan untuk produk take
away dari usaha yang mereka jalankan tersebut.
5. Strategi Promosi
Strategi promosi adalah langkah yang harus
diperhitungkan dalam rangkaian aktivitas manajemen pemasaran. Kegiatan pada Strategi Promosi merupakan
langkah di bidang pemasaran berupa interaksi/komunikasi yang dijalankan
perusahaan dengan konsumen atau pelanggan. Interaksi yang dibentuk pada
strategi promosi pemasaran berupa pemberian informasi, mengajak, dan memberi
pengaruh mengenai suatu produk.
Eatlah semakin populer dan dikenal oleh
banyak orang melalui berbagai posting-an
yang disebar di media sosial yang menjadi salah satu senjata ampuh dalam
memasarkan penjualan produk Eatlah.
Tak tanggung-tanggung, follower di akun Instagram Eatlah
sudah mencapai 40 ribuan. Berbagai postingan seperti foto menu yang diambil
dengan angle dan gambar yang menarik hingga video, mereka posting di akun
Instagram yang dengan leluasa dapat diakses secara publik, terutama bagi para
pecinta kuliner.
Tak heran jika banyak followers yang memberi tanda like pada setiap sajian menu yang
membuat orang ingin mencicipi tersebut.
6. Media Promosi Berbasis IT
Media Promosi adalah sarana yang digunakan untuk
mengkomunikasikansuatu produk/ jasa/ image/ perusahaan ataupun yang lain untuk
dapat lebih dikenal masyarakat lebih luas. Dimana dengan promosi ini diharapkan
seseorang bisa mengetahui, mengakui, memiliki dan mengikatkan diri pada suatu
barang yang menjadi sasarannya.
Dengan kemajuan teknologi, berbagai kemudahan
ditawarkan bagi manusia, termasuk kemajuan transportasi online yang memberikan banyak manfaat
juga bagi kesuksesan perjalanan usaha Eatlah.
Dengan fasilitas dari transportasi online, ini dijadikan sebagai peluang untuk
mengembangkan usahanya. Fitur pengiriman
makanan Go-Food dari Go-Jek merupakan peluang emas yang dimanfaatkan untuk
menjangkau konsumen lebih banyak dan lebih luas lagi.
7. Aspek
Keuangan
Aspek keuangan merupakan aspek yang
digunakan untuk menilai keuangan perusahaan secara keseluruhan. Aspek ini sama
pentingnya dengan aspek lainnya, bahkan ada beberapa pengusaha menganggap
justru aspek inilah yang paling utama untuk dianalisis karena dari aspek ini
tergambar jelas hal-hal yang berkaitan dengan keuntungan perusahaan, sehingga merupakan
salah satu aspek yang sangat penting untuk diteliti kelayakannya.
Ide mencetuskan
Eatlah di tahun 2016 bermodalkan uang sebesar Rp45 juta yang dipinjam dari
orangtua mereka, kini bisa menghasilkan omzet hingga miliaran rupiah.
Tidak
sampai satu tahun, modal tersebut bisa mereka kembalikan seiring dengan
keberhasilan dari ide cemerlang untuk membuat makanan berciri khas telur asin
dari negeri tetangga tersebut.
Mengawali
perjalanan penjualan Salted Egg Chicken,
mereka berjualan di pantai Indah Kapuk (PIK) atau pasar makanan yang biasanya
bukan sejak pukul 5 sore hingga pukul 12 malam.
Pada
awal perjalanan bisnis, Eatlah hanya mampu memproduksi sekitar 50 kotak nasi
ayam dengan saus telur asin. Selang 2 tahun, Eatlah sudah memiliki
setidaknya 14 gerai yang tersebar di kawasan Jabodetabek, Bandung dan juga
Semarang.
Dengan ke-14
gerai tersebut, Eatlah mampu memproduksi dan menjual kurang lebih 300 kotak
untuk setiap gerainya dalam satu hari. Sehingga dalam satu bulan, satu gerai
tersebut mampu menjual sekitar 9000 kotak nasi Salted
Egg Chicken.
Kesimpulannya,
sekitar 126 ribu kotak dengan harga Rp35 ribu, Anda bisa menjawab sendiri
kenapa Eatlah mampu memiliki omzet hingga miliaran rupiah.
Disusun
oleh :
1. Anwar Sadat (50416977)
2. Luthfi Rizky Perdana (54416146)
3. Renaldy Dwi Julianto (56416169)
Sumber:

