Sabtu, 09 November 2019


ASPEK PEMASARAN


           1.     Spesifikasi Produk


Bisnis makanan di Indonesia, utamanya Jakarta, makin menarik. Gerai simpel dengan makanan yang bisa dinikmati sambil bergerak kini menjadi tren. Salah satu yang mengembangkan gaya ini adalah Eatlah.

Eatlah didirikan pada Juni 2016 dengan konsep makanan siap saji yang menyediakan makanan sehat sehari-hari yang sederhana namun lezat. Menu andalan Eatlah adalah nasi hangat yang disajikan dengan telur mata sapi dan ayam goreng renyah yang dibalut dengan bumbu telur asin, yang menurut Charina makanan sederhana yang tidak bisa salah di lidah kita.

Kuliner ini udah hadir lebih dulu di Singapura. Lama tinggal di Singapura, membuat ketiga founder yaitu Michael Chrisyanto, Charina Prinandita, dan Riesky Vernandes berpikir buat bawa salted egg chicken ke Indonesia. Salted egg chicken sendiri udah menjadi kuliner street food yang populer di Singapura.

Begitu di Indonesia, ide usaha salted egg chicken ini kemudian mereka kemas dengan memberi nama Eatlah. Buat mereka, nama Eatlah ini catchy, casual dan fun.


Berikut daftar Menu dan Harga yang tersedia di Eatlah :



           2.     Segmentasi Produk

Segmentasi Eatlah yakni konsumen yang berada di dalam mall dan perkantoran sekitarnya, namun karena antusias dan mengantri di gerai Eatlah maka konsumen bisa mengorder Eatlah melalui pesan makan Ojek Online.

Eatlah memperluas jaringan pemasarannya dengan membuka banyak gerai di Jabodetabek dan Bandung. Bahkan, lingkup pemasarannya udah merambah ke online lewat Go-Food dan Grab Food.

           3.     Analisis Situasi Pasar

Menurut Cravens (2000), Analisa situasi pasar persaingan adalah langkah pertama dalam merancang strategi baru atau mengkaji strategi yang sudah ada. Analisa situasi ini dilakukan setelah strategi diimplikasikan untuk menentukan perubahan strategi yang diperlukan. Penilaian situasi biasanya pendefinisian dan penganalisaan pasar, dan analisa pesaing.

Dari data hasil penjualan, hingga saat ini sekitar 60 persen penjualan dilakukan secara online melalui ojek online, sisanya para pembeli mendatangi langsung gerai Eatlah, terutama saat makan siang dan juga makan malam.

Sasaran dari Eatlah adalah para pekerja generasi milenial yang bekerja di dekat gerai Eatlah. Bagi pembeli yang akan take away secara online, gerai di ruko akan memudahkan para driver ojek online untuk mengambil pesanan para pelanggan.

Biasanya para driver ojek online lebih memilih membeli pesanan pelanggan Eatlah melalui gerai di ruko daripada di mall mengingat biaya parkir di mall yang cukup mahal dan jarak yang cukup jauh.
4.    Analisis Desain
Analisis Desain produk adalah proses menciptakan produk baru yang akan dijual oleh perusahaan untuk pelanggannya. Sebuah konsep yang sangat luas, pada dasarnya generasi dan pengembangan ide-ide yang efektif dan efisien melalui proses yang mengarah ke produk-produk baru. Dalam pendekatan sistematis, desainer produk konsep dan mengevaluasi ide-ide, dan mengubahnya menjadi penemuan yang nyata dari produk. Peran produk desainer adalah untuk menggabungkan seni, ilmu pengetahuan, dan teknologi untuk menciptakan produk-produk baru yang dapat digunakan orang lain.
Disamping namanya yang sudah catchy dan tidak asing di telinga, produk dari Eatlah dikemas dengan kemasan yang mudah dikenali oleh para pelanggan. Jika melihat kemasan dari produk dari Salted Egg Chicken dari Eatlah, Anda dapat melihat kesan casual, trendy, unik dan tampak modern alias kekinian.
Kemasan tersebut ternyata sudah sangat sering digunakan penjaja makanan ringan di Negeri Tirai Bambu. Biasanya kemasan seperti itu digunakan untuk mengemas mie sehingga sangat umum ketika kemasan itu disebut sebagai Chinese Food Box.
Kemasan Chinese Food Box tersebut memberi inspirasi bagi pendiri Eatlah dan menjadikannya sebagai kemasan untuk produk take away dari usaha yang mereka jalankan tersebut.


5.     Strategi Promosi
Strategi promosi adalah langkah yang harus diperhitungkan dalam rangkaian aktivitas manajemen pemasaran. Kegiatan pada Strategi Promosi merupakan langkah di bidang pemasaran berupa interaksi/komunikasi yang dijalankan perusahaan dengan konsumen atau pelanggan. Interaksi yang dibentuk pada strategi promosi pemasaran berupa pemberian informasi, mengajak, dan memberi pengaruh mengenai suatu produk.
Eatlah semakin populer dan dikenal oleh banyak orang melalui berbagai posting-an yang disebar di media sosial yang menjadi salah satu senjata ampuh dalam memasarkan penjualan produk Eatlah.
Tak tanggung-tanggung, follower di akun Instagram Eatlah sudah mencapai 40 ribuan. Berbagai postingan seperti foto menu yang diambil dengan angle dan gambar yang menarik hingga video, mereka posting di akun Instagram yang dengan leluasa dapat diakses secara publik, terutama bagi para pecinta kuliner.
Tak heran jika banyak followers yang memberi tanda like pada setiap sajian menu yang membuat orang ingin mencicipi tersebut.
6.     Media Promosi Berbasis IT
Media Promosi adalah sarana yang digunakan untuk mengkomunikasikansuatu produk/ jasa/ image/ perusahaan ataupun yang lain untuk dapat lebih dikenal masyarakat lebih luas. Dimana dengan promosi ini diharapkan seseorang bisa mengetahui, mengakui, memiliki dan mengikatkan diri pada suatu barang yang menjadi sasarannya.
Dengan kemajuan teknologi, berbagai kemudahan ditawarkan bagi manusia, termasuk kemajuan transportasi online yang memberikan banyak manfaat juga bagi kesuksesan perjalanan usaha Eatlah.
Dengan fasilitas dari transportasi online, ini dijadikan sebagai peluang untuk mengembangkan usahanya. Fitur pengiriman makanan Go-Food dari Go-Jek merupakan peluang emas yang dimanfaatkan untuk menjangkau konsumen lebih banyak dan lebih luas lagi.
7.     Aspek Keuangan
Aspek keuangan merupakan aspek yang digunakan untuk menilai keuangan perusahaan secara keseluruhan. Aspek ini sama pentingnya dengan aspek lainnya, bahkan ada beberapa pengusaha menganggap justru aspek inilah yang paling utama untuk dianalisis karena dari aspek ini tergambar jelas hal-hal yang berkaitan dengan keuntungan perusahaan, sehingga merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk diteliti kelayakannya.
Ide mencetuskan Eatlah di tahun 2016 bermodalkan uang sebesar Rp45 juta yang dipinjam dari orangtua mereka, kini bisa menghasilkan omzet hingga miliaran rupiah.
Tidak sampai satu tahun, modal tersebut bisa mereka kembalikan seiring dengan keberhasilan dari ide cemerlang untuk membuat makanan berciri khas telur asin dari negeri tetangga tersebut.
Mengawali perjalanan penjualan Salted Egg Chicken, mereka berjualan di pantai Indah Kapuk (PIK) atau pasar makanan yang biasanya bukan sejak pukul 5 sore hingga pukul 12 malam.
Pada awal perjalanan bisnis, Eatlah hanya mampu memproduksi sekitar 50 kotak nasi ayam dengan saus telur asin. Selang 2 tahun, Eatlah sudah memiliki setidaknya 14 gerai yang tersebar di kawasan Jabodetabek, Bandung dan juga Semarang.
Dengan ke-14 gerai tersebut, Eatlah mampu memproduksi dan menjual kurang lebih 300 kotak untuk setiap gerainya dalam satu hari. Sehingga dalam satu bulan, satu gerai tersebut mampu menjual sekitar 9000 kotak nasi Salted Egg Chicken.
Kesimpulannya, sekitar 126 ribu kotak dengan harga Rp35 ribu, Anda bisa menjawab sendiri kenapa Eatlah mampu memiliki omzet hingga miliaran rupiah.

Disusun oleh :
1.      Anwar Sadat (50416977)
2.      Luthfi Rizky Perdana (54416146)
3.      Renaldy Dwi Julianto (56416169)

Sumber:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komputasi Paralel

1. Overview A. Apa itu komputasi paralel ?   1) Serial Computing             Secara tradisional, perangkat lunak telah ditulis u...