PERUSAHAAN GRAB
1.
Sejarah
Perusahaan Grab
Anthony Tan sedang kuliah di Harvard Business School, Amerika
Serikat, ketika teman sekelasnya bercerita tentang betapa sulitnya mendapatkan
taksi di Malaysia. “Apa yang salah dengan sistem taksi?” kata Anthony,
mengenang perkataan teman tentang negara asalnya tiga tahun lalu, seperti
dikutip dari Bloomberg. Temannya juga menegaskan, “Kakek buyut Anda
adalah seorang sopir taksi, kakekmu memulai industri otomotif Jepang di
Malaysia, ayo lakukan sesuatu tentang ini.”
Anthony adalah anak konglomerat di Malaysia. Ayahnya, Tan Heng Chew,
menjalankan perusahaan Tan Chong Motor Holdings Bhd yang kini jadi distributor
tunggal mobil Nissan di Malaysia.
Gambar 1.1 Anthony Tan, CEO Perusahaan Grab
Anak bungsu dari tiga bersaudara bekerja untuk perusahaan keluarga
setelah lulus dari University of Chicago pada 2004. Dua kakaknya kini memilih
bekerja di perusahaan keluarga.
Anthony melanjutkan kuliahnya di Harvard Business
School untuk Master of Business Administration (MBA) sejak 2009 sampai 2011. Anthony
kemudian menyusun rencana bisnis yang mirip dengan layanan Uber pada 2012. Di
tahun yang sama, Anthony keluar dari bisnis keluarga. Semua itu dia lakukan
untuk membangun GrabTaxi, aplikasi yang pada awalnya dirancang untuk mendukung
perusahaan taksi, namun belakangan juga menggoyang perusahaan taksi.
Perusahaan digerakan dari dukungan investor perorangan maupun pemodal
ventura. Tetapi Anthony memilih kantor pusat GrabTaxi di Singapura, bukan
Malaysia sebagai negara asalnya.
Ketika GrabTaxi hadir di Indonesia, seorang sopir
taksi di Jakarta mengatakan bisa lebih banyak mendapatkan penumpang dan
pendapatannya tumbuh 15 persen dibandingkan sebelum memakai aplikasi ini.
GrabTaxi juga memberi bonus kepada pengemudi dan memberi diskon kepada
penumpang.
GrabTaxi semakin membuat pusing perusahaan taksi
dengan meluncurkan GrabCar pada Juni 2015 di Bali. Aplikasi ini mirip seperti
Uber, yang memungkinkan mobil pribadi beroperasi mengangkut penumpang yang
berbasis aplikasi online. GrabCar memperkuat posisinya dengan hadir di Jakarta
pada Agustus 2015.
Tiga tahun berjalan, bisnis yang
dirintis Anthony tumbuh menjadi aplikasi layanan kendaraan panggilan terbesar
di Asia Tenggara. Pria 34 tahun ini memutuskan mengubah nama aplikasi
GrabTaxi menjadi Grab pada awal 2016. Dia pun berharap Grab bisa meraih untung
di tahun ini dari beberapa layanan.
Sejauh ini, Grab beroperasi di Singapura, Indonesia, Filipina,
Malaysia, Thailand, dan Vietnam.Di Indonesia, saat ini Grab memberi empat
layanan berupa GrabTaxi, GrabCar, GrabBike yang memberi layanan ojek online,
dan GrabExpress selaku kurir instan.
2.
Jenis Layanan Perusahaan
Grab
Grab terus memperluas area layanan nya
di seluruh Indonesia, kini banyak kota maupun kecamatan yang sudah tercover.
Tentunya beberapa jenis layanan seperti Grabbike, Grabcar, GrabFood sudah
dikenal secara luas serta digunakan oleh berbagai kalangan. Grab juga hadir
dengan berbagai layanan baru seperti Grab Taxi, Grab Fresh maupun Grab Express
di beberapa daerah.
Selain bisa memesan Grab Car,
kini pengguna juga bisa menggunakan fitur sewa atau rent untuk kebutuhan sewa
mobil Grab. Pemesanan semua layanan Grab bisa dilakukan melalui aplikasi yang
bisa didownload secara gratis di Playstore ataupun App Store. Kebutuhan
transportasi sudah pasti banyak peminat serta pengguna nya sehingga tak salah
apabila memilih pemesanan secara online.
Terlebih dengan layanan Grab Express
kita dapat melakukan pengiriman secara kilat, ditambah kerja sama denagn
beberapa situs e-commerce seperti program Grab Same Day di Tokopedia.
Kemudahan dalam metode pembayaran juga ditawarkan oleh Grab dengan menggunakan Grabpay.
Konsumen dapat bebas membayar secara tunai dan juga non tunai dengan saldo
Grabpay.
Terdapat 7 jenis layanan Grab, antara
lain :
A.
Grab Taxi
GrabTaxi
merupakan layanan Grab yang memberikan akses dan kemudahan bagi penumpang untuk
menemukan driver Taxi terdekat. GrabTaxi sangat efisien karena bisa mencari
serta menemukan driver taksi dengan cepat melalui aplikasi. Sisi keamanan nya
juga terjamin karena driver sudah berpengalaman serta memiliki jaringan armada
terluas di Indonesia.
B.
Grab Car
GrabCar
memberikan layanan sewa kendaraan pribadi dengan supir dimana menghadirkan
kebebasan pilihan untuk kenyamanan serta keamanan berkendara. Tarif Grabcar
pasti karena dapat dilihat langsung melalui aplikasi ditambah tanpa biaya
pemesanan. Menggunakan Grabcar juga sudah terlindungi dengan asuransi
kecelakaan untuk maksimal 6 penumpang dalam 1 kendaraan.
C.
Grab Bike
GrabBike
memberikan solusi alat transportasi cepat untuk menembus kemacetan. Keamanan
juga terjamin karena biker sudah terdaftar dan memiliki lisensi dengan atribut
lengkap. Selain itu catatan perjalanan juga transparan sehingga bisa sebagai
pertimbangan bagi konsumen. Tarif nya sudah pasti terjangkau sehingga tidak perlu
tawar menawar soal biaya perjalanan.
D.
Grab Express
GrabExpress
menawarkan layanan kurir kilat berbasis aplikasi dengan kecepatan, kepastian
dan keamanan terbaik. Untuk mengantar dokumen maupun paket sangat dapat
diandalkan karena waktu kirim nya tergolong singkat. Selain itu jaminan
asuransi mencapai 10 juta rupiah juga memberikan kenyamanan bagi konsumen.
Tarifnya juga cukup terjangkau mulai 15 ribu rupiah.
E.
Grab Food
GrabFood
merupakan layanan pesan antar makanan yang memiliki pilihan beragam menu dari
restoran berkualitas. Proses antar makanan nya juga cepat sehingga bisa
diandalkan kapan saja. Kualitas makanan akan tetap terjaga karena
menggunakan tas thermal yang sudah didesain khusus.
F.
Grab Fresh
GrabFresh
memberikan kemudian untuk belanja kebutuhan sehari-hari melalui aplikasi yang
kemudian diantar ke rumah melalui driver. Banyak toko maupun produk yang bisa
anda pilih sesuai dengan keinginan setelah itu personal shopper akan
melanjutkan order anda dengan memilih produk terbaik. Jika produk tidak sesuai
dengan pesanan maka dapat ditukar atau dikembalikan.
G.
Grab Rent
GrabRent
merupakan jenis layanan sewa GrabCar yang memberikan fleksibilitas waktu
untuk menyesuaikan kebutuhan anda. Selain itu apabila mengambil tambahan waktu
maka biaya yang dikeluarkan masih terjangkau. Terlebih tarifnya transparan
karena bisa diketahui oleh penumpang karena muncul dalam aplikasi, ditambah
dengan proses pembayaran tunai atau non tunai untuk berbagai kebutuhan
perjalanan.
3.
Ruang Lingkup Perusahaan Grab
Didirikan di Malaysia pada 2012,
awalnya Grab hanyalah sebuah aplikasi taksi. Selanjutnya, perusahaan pindah ke
Singapura pada 2014 dan kini Grab telah beroperasi di 336 kota di delapan
negara Asia Tenggara. Grab menyediakan layanan mulai dari transportasi,
pengiriman, hingga pembayaran. Dari pertumbuhan yang signifikan itu, Grab
menyebut setidaknya aplikasi Grab telah diunduh 138 juta kali.
Grab makin berjaya pasca akuisisi yang dilakukan oleh Uber Technologies AS tahun lalu. Dengan bergabungnya Uber menjadi bagian dari Grab, perusahaan berharap menjadi perusahaan super app yang akan menyediakan berbagai layanan kepada penggunanya hanya dengan satu "jendela" saja.
Grab makin berjaya pasca akuisisi yang dilakukan oleh Uber Technologies AS tahun lalu. Dengan bergabungnya Uber menjadi bagian dari Grab, perusahaan berharap menjadi perusahaan super app yang akan menyediakan berbagai layanan kepada penggunanya hanya dengan satu "jendela" saja.
Sampai saat ini, Grab masih akan
fokus menjangkau pasar Asia Tenggara dan belum melirik lokasi lain. Ini
dikarenakan masih banyaknya peluang di wilayah ini. Adapun untuk investor yang
menjadi bagian dari Grab, Tan mengaku jika kerjasama dengan SoftBank dan Toyota
asal jepang merupakan tindakan yang tepat.
4.
Pendapatan Perusahaan Grab
Riset yang dilakukan
oleh CSIS dan Tenggara Strategics mengestimasi bahwa Grab memberikan
kontribusi Rp 48,9 triliun ke perekonomian Indonesia pada 2018. Kontribusi ini
diberikan melalui empat lini usaha yaitu yakni GrabBike,
GrabCar, GrabFood dan Kudo.
Survei yang dilakukan di lima kota di Indonesia yaitu Jakarta, Bandung,
Surabaya, Medan dan Makassar ini dilakukan kepada 3.418 responden yang
dilakukan dari November hingga Desember 2018 terhadap pendapatan mereka yang
diperoleh melalui platform Grab.
GrabFood adalah penyumbang
terbesar, diikuti oleh GrabBike dan GrabCar. Sementara itu, Kudo telah
memberikan dampak signifikan di kota-kota tingkat kedua dan ketiga di
Indonesia.
Dalam riset tersebut, CSIS dan Tenggara Strategics memperkirakan bahwa GrabFood memberikan
kontribusi terbesar yaitu Rp 20,8 triliun dari Rp 48,9 triliun. Demikian juga,
GrabBike dan GrabCar berkontribusi masing-masing Rp 15,7 triliun dan Rp 9,7
triliun.
Berdasarkan survei,
rata-rata pendapatan mitra pengemudi GrabBike dan GrabCar di 5 kota meningkat
sebesar 113 persen dan 114 persen, menjadi Rp 4 juta dan Rp 7 juta per bulan,
setelah bermitra dengan Grab.
Untuk GrabBike, 50 persenn mitra pengemudi memiliki pendapatan pada
kisaran Rp 3 – Rp 5 juta setelah bermitra. Sebelumnya, hanya 22 persen dari
mitra pengemudi yang memiliki pendapatan pada kisaran ini.
Lebih lanjut, terdapat 18 perse mitra pengemudi yang berada pada kelompok
pendapatan Rp 5 – Rp 7 juta setelah bermitra dengan GrabBike. Berdasarkan
temuan ini, CSIS-Tenggara Strategics menyimpulkan bahwa mayoritas mitra
GrabBike memiliki tingkat pendapatan 135 persen di atas rata-rata pengusaha
informal dan 208% di atas pekerja bebas, seperti dicatat oleh BPS. Kudo melalui
jaringan agennya menciptakan kontribusi ekonomi sebesar Rp 2,7 triliun.
Putaran pendanaan Grab yang besar dimulai
tak lama setelah membeli operasi Uber di Asia Tenggara pada Maret 2018 dan
sebagai imbalannya, Uber mengakuisisi 27,5 persen saham di bisnis Grab.
Sumber :
3. https://www.cnbcindonesia.com/tech/20190305170249-37-59044/mengintip-ekspansi-besar-grab-pada-2019


Tidak ada komentar:
Posting Komentar